Pelecahan Terhadap Jurnalis Dari Seorang Berpendidikan Di Kab. Lahat , Sumatera Selatan.
Torang news .com (Lahat)– Jagat media sosial dan ruang publik di Kabupaten Lahat mendadak riuh menyusul unggahan video di akun TikTok pribadi milik Mahendra Reza Wijaya. Pernyataan Mahendra yang menyebut “basing-basing buat berita” (asal-asalan membuat berita) memicu gelombang protes keras dari kalangan jurnalis yang menilai statemen tersebut sebagai bentuk intervensi sekaligus pelecehan terhadap produk jurnalistik.
Ketegangan ini bermula dari kritik yang dilontarkan oleh Irwansyah, wartawan yang menulis di Redaksi Sahabat Cyber. Irwan menyoroti manajemen Gedung Kesenian terkait penyelenggaraan acara buka puasa bersama. Namun, kritik konstruktif tersebut justru direspons oleh Mahendra dengan narasi yang dianggap menyudutkan profesi wartawan.
Muchtarim selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan bahwa apa yang disampaikan Mahendra hanyalah sensasi kosong yang tidak mempertimbangkan dampak psikologis dan profesi bagi insan pers di Lahat.
“Dia (Mahendra) tidak ada di lapangan dan tidak melihat langsung kejadian. Sangat disayangkan seorang yang dianggap akademisi mengeluarkan statemen ‘basing-basing buat berita’. Ini adalah bentuk gagal paham terhadap fungsi kontrol sosial pers,” tegas Muchtarim.
Kritik juga datang dari jurnalis senior Lahat, Darmawan. Ia menekankan bahwa tulisan Muchtarim adalah produk pers yang sah, berlandaskan fakta lapangan, dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Dewan Pers.( agis )


Tidak ada komentar