Lomba Balita Sehat, Sarana Edukasi Pola Asuh Anak

 


KAYUAGUNG — Pola asuh yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk tumbuh kembang anak. Selain pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, perhatian orang tua pada masa emas anak turut menentukan kualitas kesehatan, perkembangan, hingga kecerdasan pada masa depan. Pesan itu mengemuka dalam Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Rabu (15/7).


Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, lomba tersebut bukan sekadar ajang memilih balita sehat, melainkan sarana mengedukasi keluarga mengenai pentingnya pola asuh yang baik sebagai bagian dari upaya mencegah stunting dan menyiapkan generasi berkualitas sejak dini.


Mewakili Bupati OKI, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan, kualitas sumber daya manusia dibangun sejak usia dini melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.


“Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini,"* ujar Asmar.


Menurut dia, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Karena itu, pencegahannya membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan.


Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Asmar, terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan imunisasi, edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan prevalensi stunting.


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI Ike Meilina Muchendi mengatakan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kualitas anak. Menurut dia, usia nol hingga lima tahun merupakan masa emas perkembangan sehingga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, baik dalam pemenuhan gizi maupun pola pengasuhan.


Ia mengajak keluarga mengutamakan konsumsi makanan bergizi berbahan alami (real food) dan membangun lingkungan rumah yang aman serta penuh kasih sayang.


“Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua," kata Ike.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Alamsyah mengatakan, Lomba Balita Indonesia diikuti 36 balita hasil seleksi dari seluruh kecamatan yang terbagi dalam kategori usia 6–24 bulan dan 24–59 bulan, Penilaian dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK dengan menilai aspek kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, dan pola asuh keluarga.


Para pemenang selanjutnya akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI berharap edukasi tentang pola asuh tidak berhenti pada arena perlombaan, tetapi menjadi praktik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, investasi terbaik bagi masa depan daerah dimulai dari keluarga yang mampu memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang optimal sejak masa emas kehidupannya.( agus )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.