Header Ads

Rekonstruksi Tewasnya Ketua Masjid Nurul Iman, Kayuagung , Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati.

 



SUMSEL - OKI, TORANG– Tentu semua masih ingat kasus Ketua Masjid Nurul Iman Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muhamad Arief (59), yang akhirnya tewas usai dibacok saat ia sedang menunaikan ibadah sholat Maghrib pada Jumat (11/9/2020) silam.


Dimana saat itu pukul 18.10 Wib, korban yang merupakan pensiunan PNS tinggal di Lingkungan III RT 05 Tanjung Rancing Kayuagung OKI ini dibacok tersangka Meyudin (45), warga Lingkungan III RT 06 Tanjung Rancing, lantaran ia tersinggung terhadap korban.


Pasca tertangkapnya tersangka tak lama usai kejadian berdarah itu, proses penyidikan terus berjalan. Dan kini bertempat di Masjid Al Faruq Polres OKI, reka ulang atau rekonstruksi tewasnya korban Muhammad Arief pun digelar oleh Polsek Kayuagung, Rabu (7/10/2020) siang.


Dalam rekonstruksi yang mulai digelar pukul 13.00 Wib, ada 18 adegan. Terungkap, pada adegan ke 11 dan 12, tersangka membacok korban sebanyak dua kali dengan menggunakan sebilah parang panjang. Tersangka pertama kali membacok pundak sebelah kiri korban, namun tak berhasil melukai.


Lantaran terkejut terkena bacokan dari belakang ini, yakni adegan ke 12, korban yang tak khusyuk lagi menunaikan ibadah sholat Magrib, sontak hendak menoleh ke belakang, tetapi keburu terkena sabetan keras sebilah parang panjang yang diayunkan oleh tersangka, hingga korban pun terluka.


Pada adegan ke 12 ini, korban yang terkena sabetan sebilah senjata tajam jenis parang dengan ukuran panjang kurang lebih sekira 50 centimeter. Tak ayal, korban mengalami luka bacok di bagian kepala sebelah kanan telinga hingga darah pun keluar bercucuran.


“Karena korban saat itu sedang khusyuk menunaikan sholat, bacokan pertama yang mengenai pundak sebelah kanannya tak sampai melukai,” ungkap Kapolsek Kayuagung AKP Tarmizi saat diwawancarai usai rekonstruksi di Masjid Al Faruq Polres OKI.


Selanjutnya, kata dia lagi, terkejut terkena sabetan parang dari belakang, korban pun menoleh namun keburu sabetan kedua mendera ke bagian kepala sebelah kanan telinganya, sehingga mengalami luka serius yang akhirnya menewaskan korban.


“Selama pemeriksaan hingga digelarnya rekonstruksi ini, baik tersangka maupun keluarga korban serta para saksi kooperatif. Kasus ini segera akan kita limpahkan ke Kejari OKI, tinggal lagi penilaian pihak Kejari OKI apakah sudah cukup berkas perkaranya atau belum,” tandas dia.


Sementara itu, Limif Roha yang merupakan anak sulung korban Muhamad Arief, ketika diwawancarai usai gelaran rekonstruksi di Masjid Al Faruq Polres OKI, kepada awak media menegaskan pihaknya meminta agar tersangka pembunuh ayahnya di ganjar hukuman mati.


“Kita ingin dihukum mati, karena perbuatan tersangka tak patut ditolerir. Jika tidak dihukum mati, kita khawatir tersangka tak jera dan akan kembali berulah dikemudian hari,” tegas Limif didampingi keluarganya seraya berujar, bahwa perkara sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.


Kami sangat menyesalkan atas aksi yang dilakukan tersangka, apalagi pihak keluarga tersangka hingga kini tak ada niat baik untuk meminta maaf. Tambah dia lagi, kalau mereka meminta maaf tentu dimaafkan, namun proses hukum tetap berjalan.


“Kalau Keluarganya meminta maaf tentu akan kami maafkan. Namun proses hukum terus berjalan, karena tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merenggut nyawa ayah,”


Perumahan Tanjung Rancing menjadi berita nasioanal atas peristiwa menggenaskan tersebut.


Dan penguburanya pun dilaksanakan secara covid 19 yang

Membuat warga dan keluarga tidak bisa berbuat, atas tidakan medis yang mempinis didepenisikan kasus Covid. (.agus )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.